Semoga terhibur dengan koleksi foto-foto ini, ya.
Dan dengan positif thinking dan white heart, please enjoy ya!
Semoga terhibur dengan koleksi foto-foto ini, ya.
Dan dengan positif thinking dan white heart, please enjoy ya!
Yah, tadinya kegiatan ke tempat setel velk ini adalah bagiannya adikku, tapi dasarrrrrrr, dia lagi malas mungkin dan jadilah aku yang ketempat ini.
Yup, aku sedang setel velk. Dan ini kali pertama aku setel velk. Ongkos biayanya hanya Rp. 30.000,- (biaya setel dan pasang rodanya plus kasih oli rantai (untuk yang terakhir ini mungkin adalah kebaikan dari si abang tukang setel aja kayaknya, ..hehehe). Dua rodaku di setel.
Pertama-tama , aku ditanya , “Mau apa?”, “Setel velk”, jawabku. Trus dengan membawa motorku kedalam, dan dengan semangat 45 kedua abang itu melepas roda-rodanya (bagaimana ga semangat 45, habis cepet banget sih ngelepasin roda-rodanya, kayaknya enteng aja ngelepasinnya gitu). Lalu roda-roda tersebut di taruh di abang executor velk (habisnya itu velk di pukul-pukul, disamain sama sebuah besi patokan, di lihat-lihat). (YA IYALAH , MEMANG BEGITU NYETEL VELK, masak di simsalabim trus velknya mulus, …DASAR UDIK….., hehehe …maaf ya..baru pertama kali liat soalnya). Dan hebatnya ini tempat, ga ketuker itu velk-velk setiap motor, bayangin aja, setelah di copot dari ban trus langsung aja ditaruh didepan tukang executor, nah…kalo itu tukang inget tadi dicopot dari motor yang mana aja , kalo ga ingat ,…waduh berape urusan…eh berabe urusan kan, nanti…velk aku bisa ketuker sama velk orang lain.
Lalu abang executor, menaruh velk yang sudah tidak benjol-benjol ini ke motor , dan langsung deh dipasang lagi. dan selesai, motorku bisa langsung jalan….but waaaaait….bayar dulu baru jalan…ups maaf , ya itu sih pastilah, don’t worry.
Dan ini adalah kenangan ku di tempat setel velk,……coba kamu lihat , ternyata ada tukang setelk velk yang sudah lanjut usianya…hebat kan.
Sebenarnya ini bukanlah moment spesial ataupun hal yang layak untuk dibuat berita karena memang foto-foto berikut bukanlah berita kok.
Foto-foto ini memang sengaja dibuat hanya untuk candid, yah….candid kalau memang ada bercerita maka akan jadi berita tapi kalau memang hampa yah memang foto itu cuma gambar saja, just candid.
Mungkin kalian sendiri yang bisa membuat cerita atau berita setelah melihat foto-foto ini, so up to you lah.
Yang jelas saya menyukai keadaan yang melatarbelakangi dibuatnya foto-foto ini.
Ini adalah liburan lebaran IdulFitri 1430 H, kemarin. Di Water Park Marcopolo, Bogor.
Fathur dan Syifa ada rencana untuk berenang di Water Park Marcopo (untuk namanya, sepertinya aku lupa persisnya). Dan rencana itu terlaksana, dihari yang cerah, mereka pergi diantar mamang Jani dan ditemani adikku ; Basyir (walaupun dengan ajakan yang memaksa untuk mengajaknya berenang).
Tidak banyak yang dapat diceritakan di sana, lantaran aku tidak ikut menemani, kami (bi Nita, ikram dan aku) hanya ikut menjemput saja.
Kejadian istimewa , mungkin ada, kalau boleh di bilang istimewa , lantaran ada artis yang datang, yaitu Farhan (Penyiar radio, MC) yang terkenal itu. Yah, memang aku hanya bisa memotretnya hanya belakang punggung saja, tapi tidak mengapa, cukup istimewa buatku. Artis gitu bo!.
Dengan berpakaian serba hitam-hitam , sepertinya dia membawa keluarganya, untuk berekreasi di sini.
Well, ini adalah foto-foto yang dapat aku abadikan.
Yap, shortcut! Bagaimana ga jadi shortcut, inilah cara cepat untuk enak berkendara di jalan, semua pasti suka jika jalanannya mulus dan itulah yang terjadi jika ada perbaikan jalan trus jalan yang dipakai baru bisa sebelah , mustinya sih bergantian tapi yang terjadi malahan saling berebutan jalan. So, kali ini truklah yang menang maka motor harus minggir, alias turun ke jalan lama, dan bisa-bisa mentok jalan kena body motor deh. Nasib!
(lokasi di jalan Kranggan)
Nah, ini kejadian hari sabtu kemarin, tanggal 24 oktober 2009.
Lokasinya di Perumahan Kemang Pratama Bekasi, dari kejauhan aku melihat buntelan putih, aku pikir itu drum plastik (tempat angkut air, sayur), tapi lama kelamaan aku perhatikan ternyata ini adalah kambing.
Kambing naik motor, itulah maksudku. Mungkin sudah biasa, tapi buatku tidak biasa kalau kambing-kambingnya dimasukkan di dalam kantong, seperti kantong untuk angkut sayur/koran/susu. Apa rasanya kaki-kaki kambing itu, ya?. Pasti kram rasanya.